Rabu, 25 Maret 2009
makalah zakat
A. Pengertian Zakat
Zakat secara bahasa dari asal kata zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan yang berarti berarti suci , berkembang, berkah, tumbuh, bersih dan baik. Dan menurut istilah, zakat adalah salah satu rukun Islam yang kewajibannya sering digandengkan dengan kewajiban salat.
Ada beberapa defenisi zakat yang dikemukakan oleh para ulama seperti :
a. Ulama Mazhab Maliki mengatakan bahwa zakat yaitu mengeluarkan bagian tertentu dari harta tertentu yang telah mencapai satu nisab bagi orang yang berhak menerimanya, dengan ketentuan harta itu milik sempurna, telah haul, dan bukan merupakan barang tambang, defenisi ini hanya untuk zakat mal.
b. Ulama Mazhab Hanafi mendefinikan dengan pemilikan bagian tertentu dari harta tertentu yang dimiliki seseorang berdasarkan ketetapan Allah Ta’ala, swama dengan Imam Maliki, defenisi ini juga untuk zakat mal.
c. Ulama Mazhab Syafi’i mengatakan dengan sesuatu yang dikeluarkan dari harta atau jiwa dengan cara tertentu, defenisi ini mengandung pengertian zakat mal dan juga zakat fitrah.
d. Ulama Mazhab Hambali mendefinikan dengan hak wajib pada harta tertentu bagi (merupakan hak) kelompok orang tertentu pada waktu yang tertentu pula. Defenisi ini juga sebatas zakat mal saja.
e. Yusuf Qardhawi mengemukakan defenisi zakat yaitu sejumlah harta tertentu yang yang diwajibkan Allah menyerahkannya kepada orang-orang yang berhak. Dan juga berarti mengeluarkan jumlah harta tertentu itu sendiri, maksudnya perbuatan mengeluarkan harta adalah zakat dan yang dikeluarkan juga disebut zakat
B. Hukum Zakat dan Dasar Hukumnya.
Ada beberapa dasar hukum zakat :
1. Dari Al-qur’an
Zakat disebut 32 kali beriringan dengan kata solat seperti dalam surat al-Baqarah ayat 43 :
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.
Dan 82 kali dengan kata shadaqah dan infaq seperti dalam surat at-Taubah ayat 103 :
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
2. Dari Hadits
Terdiri dari 800 hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, baik perincian zakat maupun secara umum , seperti hadits :
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Aku diberitahu oleh Abu Sufyan r.a., lalu ia menyebutkan hadits Nabi. Ia mengatakan, 'Nabi menyuruh kita supaya mendirikan shalat, menunaikan zakat, silaturahmi (menghubungi keluarga), dan afaf 'menahan diri dari perbuatan buruk'.' (Bukhari)
3. Ijma’ Ulama
Para ulama juga telah bersepakat bahwa zakat itu wajib seperti yang telah dilakukan Abu Bakar, pada saat pemerintahannya, orang Arab yang murtad menolak memberikan zakat, sehingga orang-orang itu diperangi, dan ini merupakan salah satu ijtihad para sahabat.
4. Historis
Zakat telah ada pada sejak zaman para Rasul terdahulu seperti Nabi Ibrahim , Ismail , Musa , Isa, dan juga ahl Kitab .
Dilihat dari dasar-dasar hukum diatas, bahwa tak pelak lagi hukum zakat adalah wajib.
C. Rukun Zakat
a. Orang yang berzakat.
b. Harta yang dizakatkan
c. Orang yang menerima zakat.
D. Syarat Zakat
Ulama Fikih mengemukakan ada tiga macam syarat zakat :
1. Syarat Muzakki
a. Muslim
b. Merdeka
c. Baligh dan berakal, tetapi jumhur ulama kebanyakan tidak menerima syarat ini,jadi orang gila dan anak-anak bila ada kelebihan harta lebih 1 nisab, wajib dikeluarkan zakatnya. Alasannya karena al-Qur’an dan Hadits yang mewajibkan zakat tidak membedakan apakah pemiliknya berakal atau tidak, dewasa atau tidak. Seperti harta anak yatim, maka dikeluarkan zakat harta itu oleh walinya, seperti tersebut dalam hadits riwayat Tirmidzi. Menurut mereka, setiap harta wajib dikeluarkan zakatnya. Disamping itu, sasaran utama zakat adalah untuk membantu orang miskin sekaligus menunjukkan rasa syukur atas karunia harta yang diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu zakat wajib bagi siapapun yang muslim dan merdeka baik ia dewasa atau belum, berakal atau tidak
2. Syarat Harta yang Dizakatkan
a. Milik penuh
b. Harta itu berkembang
c. Cukup satu nisab.
d. Melebihi kebutuhan pokok.
e. Bebas dari hutang
f. Berlalu satu tahun.
3. Syarat Sah Zakat
a. Niat
b. Bersifat pemilikan
Daftar Pustaka
Sayyid, Sabiq. Fiqih Sunnah jilid I.2007.Jakarta : Pena Pundi Aksara
Abdul al hamid Mahmud. Ekonomi zakat. 2006. Jakarta : Rajawali pers
Nuruddin Mhd. Ali. Zakat sebagai instrument dalam kebijakan Fiskal. Jakrta : PT. Raja Grafindo
Ensiklopedi hokum islam. PT. Ichtiar baru van Hoeve. Jakarta
Yusuf Qardhawi. Hukum Zakat. 2007. Bogor :Pustaka Litera Nusa
www.freewebs.com/ramadhaan/zakat.htm+zakat+dan+hukumnya&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
Selasa, 17 Maret 2009
Aneuk Yatim - by Rafly
Jino lon kisah saboh riwayat Kini kuceritakan sebuah riwayat Kisah baro that…baro that di Aceh Raya Kisah yang baru terjadi di Aceh Raya Lam karu Aceh..Aceh Timu ngon Barat ngon Barat Dalam kekisruhan Aceh.. Aceh, Timur dan Barat Di saboh tempat…tempat meuno calitra Disuatu tempat..begini ceritanya
Na sidro aneuk jimo siat at Ada seorang anak yang menangis terus Lam jiep jiep saat saat dua ngon poma Terus menagis dipangkuan ibunya Ditanyong bak ma bak ma ayah jino pat..jino pat? Ditanya pada ibunya, dimana ayah sekarang Ilon rindu that…rindu that Aku sangat rindu, rindu sekali keuneuk eu rupa ingin melihat wajahnya Nyo mantong hudep meupat alamat Kalau masih hidup, dimana tinggalnya Uloun jak seutot ..jak seutot oh watee raya kan ku datangi, datangi waktu lebaran Nyo ka meuninggai..meuninggai Jika meninggal..meninggal Meupat keuh jirat ..ouh jirat Mana kuburan kuburannya Loun keuneuk jak siat …jak siat loun baca do’a Aku kan dating kan dating, membaca doa Udeep di poma oh tan lee Ayah Hidup si ibu tanpa sang ayah Loun jak tueng upah tueng upah Ku cari kerja ya kerja Loun bri bu gata Untuk kehidupan bunda Ka naseb tanyo geutanyo Kehendak bak Allah..bak Allah Sudah nasib kita, kehendak Allah ya Allah Adak pih susah… susah tetap loun saba Walaupun susah oh susah tetap bersabar Se eu’t lee poma…aneuk meutuah Dijawab ibunya , wahai anakku Kehendak bak Allah..bak Allah geutanyo saba Kehendak Allah ya Allah, kita bersabar Bek putouh asa ..hai asa cobaan Allah..Ya Allah Jangan putus asa hai asa, cobaan Allah ya Allah Saba ngon tabah ..ngon tabah dudo bahgia.. Sabar dan Tabah dan tabah, akhirnya bahagia Talakee do`a ..taniet bak Allah Kita berdoa, Niatkan pada Allah Ubee musibah..musibah bek lee trok teuka Semua musibah..musibah, jangan lagi datang Aceh beu aman..beu aman bek lee ro darah..ro darah Aceh harus aman, jangan lagi tumpah darah Seuramo mekkah..mekkah beu kong agama. Serambi Mekah, Kuatkan agama
bukan cinta biasa
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku
Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Senin, 16 Maret 2009
Tinjauan Kebijakan Moneter Maret 2009
I. STATEMENT KEBIJAKAN MONETER
Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam sebagaimana tercermin dari perkiraan merosotnya perekonomian negara-negara maju yang lebih besar dari perkiraan semula. Kondisi pasar keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak negatif bagi perkembangan ekonomi di kawasan, terutama bagi negara-negara yang mengandalkan ekspor ke negara maju, termasuk Indonesia. Sementara itu, keketatan likuiditas global masih terus berlangsung dan diikuti oleh meningkatnya persepsi risiko emerging market.
Menurunnya kinerja ekspor tersebut memberi tekanan pada neraca pembayaran Indonesia, meski saat ini masih berada pada batas-batas yang aman. Cadangan devisa saat ini masih berada pada posisi 50,56 miliar dolar AS atau masih mampu memenuhi kebutuhan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Jumlah cadangan devisa tersebut masih akan bertambah dengan masuknya dana hasil penjualan global bond Pemerintah sebesar 3 milyar dolar AS.
Tekanan pada perekonomian domestik akan mengakibatkan menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 akan tumbuh sekitar 4%. Pertumbuhan ini memiliki risiko bias ke bawah apabila ekonomi global semakin memburuk. Sumber pelemahan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 terutama pada kinerja ekspor yang erat kaitannya dengan perkembangan kondisi global. Sementara itu, penopang utama pertumbuhan ekonomi akan tertuju pada permintaan domestik, yang dipacu oleh kebijakan moneter yang longgar dan berbagai kebijakan Pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat serta berbagai stimulus fiskal yang akan menggerakkan berbagai sektor penting dalam perekonomian.
Sejalan dengan melemahnya perekonomian global dan masih rendahnya harga-harga komoditas di pasar internasional, tekanan inflasi Indonesia ke depan cenderung menurun. Dari sisi domestik rendahnya tekanan inflasi didukung oleh kecukupan pasokan barang kebutuhan pokok dan minimnya tekanan harga dari kelompok barang-barang yang diatur Pemerintah (administered price). Inflasi pada bulan Februari 2009 tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 0,21% (mtm), jauh di bawah rata-rata historisnya. Dengan perkembangan tersebut, prakiraan inflasi tahun 2009 akan mendekati batas bawah kisaran proyeksi 5%-7%.
Di sisi lain, perkembangan nilai tukar rupiah selama Februari 2009 secara rata-rata tertekan terhadap dolar Amerika. Hal tersebut terutama
disebabkan oleh sentimen negatif akibat perkembangan faktor eksternal yang kurang kondusif, seperti pertumbuhan ekonomi global yang turun tajam, serta pengumuman kerugian yang meningkat yang dialami lembaga keuangan internasional. Sementara dari sisi domestik, perkembangan ekonomi relatif masih stabil dan kondisi fundamental masih mendukung. Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan tetap melakukan berbagai upaya stabilisasi untuk menjaga agar gejolak nilai tukar tidak berlebihan.
Di tengah kondisi perekonomian global yang kian memburuk, serta seiring dengan melemahnya tekanan inflasi, Bank Indonesia tetap mengarahkan perhatian pada upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan moneter Bank Indonesia ditempuh dalam rangka mendukung bangkitnya sektor riil guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kestabilan harga dan kestabilan makroekonomi serta sistem keuangan dalam jangka menengah.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 4 Maret 2009 memutuskan untuk menurunkan kembali BI Rate sebesar 50 basis poin dari 8,25% menjadi 7,75%. Penurunan tersebut merupakan penurunan ke empat sejak Desember 2008. Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang ada untuk menjaga kestabilan harga dan nilai tukar yang akan mendukung perkembangan ekonomi. Pelonggaran kebijakan moneter telah direspons positif oleh perkembangan di pasar uang antar bank yang secara rata-rata bergerak di sekitar BI Rate. Penurunan BI Rate juga mulai diikuti oleh penurunan suku bunga deposito pada Januari 2009 sejalan dengan membaiknya persepsi risiko. Kebijakan moneter tersebut diharapkan dapat mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang produktif, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian (prudent). Dengan demikian perekonomian Indonesia akan mampu bertahan di tengah gelombang krisis global.
Kondisi perbankan nasional sampai saat ini cukup stabil, seperti tercermin dari perkembangan berbagai indikator keuangan dan kesehatan bank. Kondisi likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antarbank, mulai mengalami perbaikan dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. Namun demikian, Bank Indonesia tetap mencermati kecenderungan meningkatnya risiko kredit yang berpotensi meningkatkan NPL dalam industri perbankan.
Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan yang mendukung perkembangan ekonomi dengan tetap mengedepankan stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan. Apabila tekanan inflasi terus cenderung menurun, ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka. Upaya pelonggaran moneter akan didukung oleh langkah-langkah lain berupa penguatan sektor keuangan, termasuk peningkatan sistem pengawasan perbankan dan efektivitas serta efisiensi sistem pembayaran. Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan tercipta optimisme kegiatan dunia usaha yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
sumber : http://www.bi.go.idMinggu, 15 Maret 2009
Menkeu Sri Mulyani :Ekonomi Syariah Solusi Krisis Global
"Kita harus mencari solusi bagaimana kita bisa memulihkannya, koordinasi antar negara-negara serta kebijakan harus dibentuk bersama-sama, seperti paket stimulus," ujarnya ketika menjadi keynote speech dalam WIEF di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, (3/3/2009).
"Krisis terjadi salah satunya karena pengambilan risiko yang berlebihan sehingga menyebabkan ekspansi yang berlebihan," jelas Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan prinsip ekonomi Islam dan perbankan syariah telah menyediakan solusi-solusi dan instrumen yang didalamnya ada manajemen yang mengatur kita untuk mengambil resiko.
Untuk itu, lanjut Sri Mulyani, apakah sistem ekonomi islam dan perbankan syariah dapat memperbaiki dan mengatasi krisis harus dibahas dalam forum ini.
"Kita harus yakin syariah dapat mengubah sistem keuangan global dan memperbaiki keadaan sekarang," pungkasnya.
DEKLARASI JAKARTA HASIL WIEF 2009
1. Rekomendasi untuk Krisis Keuangan Global
Untuk mengatasi krisis finansial global saat ini, setidaknya lima rekomendasi dihasilkan. Kelima rekomendasi tersebut adalah,
Pertama, mendukung upaya Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mengakselerasi kerjasama ekonomi regional.
Kedua, mendukung bank pembangunan Islam untuk bisa mempromosikan sistem keuangan Islam dan perbankan syariah sebagai alternatif dari sistem konvensional.
Ketiga, meminta pemerintah dan bank-bank Islam memperluas mikro kredit berbasis syariah.
Keempat, mendukung upaya untuk pengaturan di finansial global untuk memitigasi risiko dana kegagalan.
Kelima, mendukung pusat pelatihan sistem syariah yang terstandarisasi.
2. Rekomendasi Sektor Ketahanan Pangan
Di sektor ketahanan pangan, forum merekomendasikan empat hal.
Pertama, keniscayaan kolaborasi pemerintah dan swasta untuk meningkatkan produktivitas pertanian, baik di negara OKI maupun negara lain di dunia.
Kedua, mempromosikan insiatif bersama dan penggunaan teknologi terkini di industri pertanian untuk bisa meningkatkan produksi pangan yag efisien.
Ketiga, menyerukan pengurangan hambatan peraturan, termasuk subsidi pangan, dan juga produksi pangan yang berkelanjutan yang menghambat perdagangan.
Keempat, merekomendasikan kesimbangan antara produksi pangan untuk konsumsi manusia dan penggunaan energi.
Senin, 09 Maret 2009
We Will Not Go Down
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
we will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
